Mengapa kamu sengaja hadir lagi
Merusak usahaku untuk melupakanmu
Kemarin kamu yang memintaku untuk menjaga jarak
Aku sudah berlari menjauhimu
Belajar tak pedulikanmu
Lalu mengapa kini
Kamu seolah mengejarku
Menghancurkan ingatanku
Mengapa kamu tiba-tiba datang
Merusak semua yang sudah ku tata dengan baik
Kemarin kamu yang memohon untuk ditinggalkan
Tapi mengapa kini
Kamu seolah menyeretku
Kembali pada masa
Yang dulu pernah kita jalani
Aku sudah hampir lelah agar bisa lupa
Apa harus aku tanyakan kabarmu?
Atau aku tetap menjaga jarak ini
Agar aku tak terluka lagi
Tapi usahaku jadi sia-sia ketika kamu datang
Mengapa kamu sengaja berlarian disekitarku
Mengapa kamu memanggil namaku lagi
Mengapa kamu juga berkata merindukanku
Padahal aku hampir bisa berjalan tanpamu
Aku sudah hampir gila membuang rasaku selama ini
Bagaimana bisa aku keluar
Dari lingkaran bayanganmu
Yang kamu buat untukku
Tapi kamu seolah membuat aku
Untuk membencimu sekaligus mencintaimu
Jumat, 30 Desember 2016
Kamis, 29 Desember 2016
Ajariku Cara Melupakanmu
Pertemuan yang sangat singkat sekali dan indah, bagi diriku
Awalnya aku tak mengenalmu
Saat pertama melihatmu aku merasa sebal karna sifatmu
Setiap hari kita memang bertemu tapi tak ada sapaan antara aku dan dirimu
Hingga suatu kesempatan dimana kita dipertemukan untuk saling mengenal lebih dekat lagi
Dengan berani dan percaya dirimu, kamu menghampiriku
Menanyakan siapa namaku
Aku sempat malas menjawabnya
Tapi aku berfikir aku salah kalau tak menjawab pertanyaan orang
Setelah berkenalan itu aku mulai mengenal dan mempelajari sifatmu
Ternyata kamu itu orangnya sangat baik, ramah dan hangat
Tidak seperti yang aku fikirkan sebelumnya
Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Kita mulai melewati waktu bersama
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Bukan sekedar sapaan saat bertemu
Atau obrolan sebentar yang tak penting
Tawa dan canda yang kamu berikan, menambah semangatku
Kamu mengisi hari-hariku
Dengan bangga kamu memperkenalkanku kepada teman-temanmu
Seakan-akan diriku adalah orang istimewa hingga kamu wajib memberitahu mereka
Aku mulai mengenal mereka
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Kamu tak pernah lupa mengajakku bermain dan ikut kumpul bersama mereka
Tak ada penolakan darimu atau mereka
Mereka sangat menerima kehadiranku
Kamu menanyakan kepada teman-temanmu bagaimana kabarku dan keadaanku, ketika aku tak terlihat dipandanganmu
Kamu sibuk menghubungiku
Mencoba mencari tahu tentang keberadaanku
Khawatirmu hilang setelah kamu mengetahuinya
Aku senang dengan perhatian yang kamu berikan
Tapi aku menganggap hal itu biasa
Ada rasa kenyamanan ketika bersamamu
Membuatku tak ingin jauh darimu
Aku bingung kamu mulai menghilang, jarang terlihat
Ketika perasaan itu mulai muncul dalam hatiku
Entah aku juga tidak tahu perasaan yang seperti apa
Aku tak bisa mendeskripsikannya
Aku selalu menunggu chat darimu
Yang selalu khawatir denganku
Selalu bertanya dimana dan bagaimana diriku
Atau sekedar mengingatkan hal kecil, agar aku tak lupa untuk makan
Hal seperti itu yang aku rindukan, yang awalnya aku anggap biasa
Kamu membuat fikiranku melayang tak jelas
Mempertanyakan tentang keadaan kita yang berubah
Fokusku hanya terarah kepadamu
Gembira tak menentu yang kurasakan
Saat kamu mengabariku kembali, setelah beberapa saat kamu menghilang tak ada kabar
Kamu mengundangku makan malam untuk bertemu
Muncul berbagai pertanyaan dibenakku
Ada maksud apa kamu mengajakku
Biasanya tak perlu seformal itu bila kamu mengajakku
Kamu suka tiba tiba ada didepan pagar rumahku
Menjemputku untuk bermain atau sekedar pergi jalan
Tapi kali ini tidak
Rasa penasaran terus menghantuiku
Aku berusaha tetap tenang tak memikirkannya
Semua itu akan terjawab saat kita bertemu nanti
Malam yang kutunggu pun tiba
Aku semakin tak sabar untuk menemuimu
Melepaskan kerinduan yang tak tertahankan
Aku harap akan ada kabar baik darimu
Pukul 07.00 malam aku sampai ditempat yang kita sepakati
Hanya tempat makan sederhana dipinggir jalan
Suara bising kendaraan yang lewat
Tak masalah bagi diriku
Tidak mengurangi rasa rinduku kepadamu
Masih sepi dan belum terlalu ramai pengunjung yang datang untuk makan
Mungkin mereka masih diperjalanan menuju kesini, pulang dari aktivitasnya
Kamu datang dengan gaya khasmu
Hanya kaos hitam kesukaanmu, celana hitam, jaket kulit hitam yang sempat ada ditubuhku selama seminggu yang kau pinjamkan kepadaku saat malam itu kita pergi jalan dan tak lupa tas kecil yang hanya muat untuk menaruh beberapa barang saja
"Hai, sudah lama menunggu? Maaf ya aku telat datang" Tanyamu dengan senyuman yang sangat kurindukan
"Tidak kok, iya tak apa" jawabku ramah
Belum ada tanda tanda kamu ingin bicara
Kita hanya diam
Saling memandang kearah lain
Sibuk dengan fikiran masing masing
Aku terus menunggumu untuk memulai percakapan
Akhirnya kamu memecahkan keheningan diantara kita
"Bagaimana kabarmu?" Tanyanya pelan
Membuatku menoleh kearahnya
Aneh, mengapa dia menanyakan hal ini
Biasanya ia tak perlu bertanya sudah tau gimana keadaanku
Mungkin karna sudah berapa lama tak bertemu
Membuat ia menjadi canggung
"Baik. Kamu?" Jawabku bohong
Kamu tahu aku tak baik selama kamu menghilang
Senyuman sekilas yang terukir dibibirnya, menjawab pertanyaanku
Dia berdeham sejenak sebelum melanjutkan apa yang akan dia katakan
Aku mulai merasa ada suatu keanehan
"Makasih ya kamu udah mau terima undangan makan malamku. Sebenarnya ada yang mau aku omongin ke kamu...
Maaf ya aku menghilang beberapa waktu ini
Aku tak pernah mengabarimu lagi
Jarang chat kamu sekedar menanyakan kabarmu
Ada hal yang perlu kamu tahu
Sebelum kamu makin sulit mengertinya
Masalah kedekatan kita dan aku yang mendekatimu
Itu hanya keisengan aku saja
Aku melakukan itu karna merasa kesepian
Aku minta maaf
Aku ga bermaksud membuat kamu terbawa oleh perasaan
Ya, aku akan jujur
Saat pertama melihat dan mengenalmu
Aku sempat tertarik denganmu
Aku merasa kamu orang yang spesial dan istimewa
Tapi lama kelamaan aku sadar
Kita ga cocok untuk bersama
Bukan masalah perbedaan usia kita
Aku merasa kita lebih baik jadi abang adik
Aku sayang kamu
Sayang sebagai adik aku
Maafkan aku
Aku harus menyampaikan hal ini kepadamu
Aku tak mau kamu terlalu dalam merasakan sakit ini
Tenang saja, tidak akan ada yang berubah
Kamu tetap jadi adik aku
Aku sayang kamu sebagai adikku
Jangan menjauh
Kita tetap seperti biasa saja ya"
Ya, akhirnya terjawab semua pertanyaanku
Aku habis kata untuk berbicara
Diam seribu bahasa yang bisa kulakukan
Aku tak tahu bagaimana merespon penjelasanmu
Ada rasa sesak didada
Dorongan kuat dari dalam mataku untuk mengeluarkan buliran air
Aku berusaha sekuat tenagaku
Menahan untuk tak menangis didepanmu
Harapanku akan ada kabar baik darimu, sirna begitu saja
Aku terus tenggelam dalam sedihku
Kamu mengajakku untuk pulang
Mengantarkanku juga sampai rumahku
Seakan tidak terjadi apa apa
Trimakasih buat waktumu selama ini
Trimakasih buat perhatianmu kepadaku
Trimakasih buat kekhawatiranmu
Trimakasih buat canda tawa yang kamu berikan
Walaupun semuanya itu hanya kepalsuan
Ya, aku juga sadar aku memang tak pantas bagimu
Aku hanya pelampiasan kebosananmu saja
Aku salah
Aku salah telah membuka celah dihatiku
Hingga kekuatan karismatikmu itu membuatku terpikat
Aku akan mulai membiasakan diri tanpamu
Aku akan memulai kembali kehidupku yang awal
Dimana aku tak mengenalmu
Ajariku Cara Lupakanmu
Sebenarnya aku tak bisa sendiri
Awalnya aku tak mengenalmu
Saat pertama melihatmu aku merasa sebal karna sifatmu
Setiap hari kita memang bertemu tapi tak ada sapaan antara aku dan dirimu
Hingga suatu kesempatan dimana kita dipertemukan untuk saling mengenal lebih dekat lagi
Dengan berani dan percaya dirimu, kamu menghampiriku
Menanyakan siapa namaku
Aku sempat malas menjawabnya
Tapi aku berfikir aku salah kalau tak menjawab pertanyaan orang
Setelah berkenalan itu aku mulai mengenal dan mempelajari sifatmu
Ternyata kamu itu orangnya sangat baik, ramah dan hangat
Tidak seperti yang aku fikirkan sebelumnya
Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Kita mulai melewati waktu bersama
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Bukan sekedar sapaan saat bertemu
Atau obrolan sebentar yang tak penting
Tawa dan canda yang kamu berikan, menambah semangatku
Kamu mengisi hari-hariku
Dengan bangga kamu memperkenalkanku kepada teman-temanmu
Seakan-akan diriku adalah orang istimewa hingga kamu wajib memberitahu mereka
Aku mulai mengenal mereka
Kita menjadi sangat akrab dan dekat sekali
Kamu tak pernah lupa mengajakku bermain dan ikut kumpul bersama mereka
Tak ada penolakan darimu atau mereka
Mereka sangat menerima kehadiranku
Kamu menanyakan kepada teman-temanmu bagaimana kabarku dan keadaanku, ketika aku tak terlihat dipandanganmu
Kamu sibuk menghubungiku
Mencoba mencari tahu tentang keberadaanku
Khawatirmu hilang setelah kamu mengetahuinya
Aku senang dengan perhatian yang kamu berikan
Tapi aku menganggap hal itu biasa
Ada rasa kenyamanan ketika bersamamu
Membuatku tak ingin jauh darimu
Aku bingung kamu mulai menghilang, jarang terlihat
Ketika perasaan itu mulai muncul dalam hatiku
Entah aku juga tidak tahu perasaan yang seperti apa
Aku tak bisa mendeskripsikannya
Aku selalu menunggu chat darimu
Yang selalu khawatir denganku
Selalu bertanya dimana dan bagaimana diriku
Atau sekedar mengingatkan hal kecil, agar aku tak lupa untuk makan
Hal seperti itu yang aku rindukan, yang awalnya aku anggap biasa
Kamu membuat fikiranku melayang tak jelas
Mempertanyakan tentang keadaan kita yang berubah
Fokusku hanya terarah kepadamu
Gembira tak menentu yang kurasakan
Saat kamu mengabariku kembali, setelah beberapa saat kamu menghilang tak ada kabar
Kamu mengundangku makan malam untuk bertemu
Muncul berbagai pertanyaan dibenakku
Ada maksud apa kamu mengajakku
Biasanya tak perlu seformal itu bila kamu mengajakku
Kamu suka tiba tiba ada didepan pagar rumahku
Menjemputku untuk bermain atau sekedar pergi jalan
Tapi kali ini tidak
Rasa penasaran terus menghantuiku
Aku berusaha tetap tenang tak memikirkannya
Semua itu akan terjawab saat kita bertemu nanti
Malam yang kutunggu pun tiba
Aku semakin tak sabar untuk menemuimu
Melepaskan kerinduan yang tak tertahankan
Aku harap akan ada kabar baik darimu
Pukul 07.00 malam aku sampai ditempat yang kita sepakati
Hanya tempat makan sederhana dipinggir jalan
Suara bising kendaraan yang lewat
Tak masalah bagi diriku
Tidak mengurangi rasa rinduku kepadamu
Masih sepi dan belum terlalu ramai pengunjung yang datang untuk makan
Mungkin mereka masih diperjalanan menuju kesini, pulang dari aktivitasnya
Kamu datang dengan gaya khasmu
Hanya kaos hitam kesukaanmu, celana hitam, jaket kulit hitam yang sempat ada ditubuhku selama seminggu yang kau pinjamkan kepadaku saat malam itu kita pergi jalan dan tak lupa tas kecil yang hanya muat untuk menaruh beberapa barang saja
"Hai, sudah lama menunggu? Maaf ya aku telat datang" Tanyamu dengan senyuman yang sangat kurindukan
"Tidak kok, iya tak apa" jawabku ramah
Belum ada tanda tanda kamu ingin bicara
Kita hanya diam
Saling memandang kearah lain
Sibuk dengan fikiran masing masing
Aku terus menunggumu untuk memulai percakapan
Akhirnya kamu memecahkan keheningan diantara kita
"Bagaimana kabarmu?" Tanyanya pelan
Membuatku menoleh kearahnya
Aneh, mengapa dia menanyakan hal ini
Biasanya ia tak perlu bertanya sudah tau gimana keadaanku
Mungkin karna sudah berapa lama tak bertemu
Membuat ia menjadi canggung
"Baik. Kamu?" Jawabku bohong
Kamu tahu aku tak baik selama kamu menghilang
Senyuman sekilas yang terukir dibibirnya, menjawab pertanyaanku
Dia berdeham sejenak sebelum melanjutkan apa yang akan dia katakan
Aku mulai merasa ada suatu keanehan
"Makasih ya kamu udah mau terima undangan makan malamku. Sebenarnya ada yang mau aku omongin ke kamu...
Maaf ya aku menghilang beberapa waktu ini
Aku tak pernah mengabarimu lagi
Jarang chat kamu sekedar menanyakan kabarmu
Ada hal yang perlu kamu tahu
Sebelum kamu makin sulit mengertinya
Masalah kedekatan kita dan aku yang mendekatimu
Itu hanya keisengan aku saja
Aku melakukan itu karna merasa kesepian
Aku minta maaf
Aku ga bermaksud membuat kamu terbawa oleh perasaan
Ya, aku akan jujur
Saat pertama melihat dan mengenalmu
Aku sempat tertarik denganmu
Aku merasa kamu orang yang spesial dan istimewa
Tapi lama kelamaan aku sadar
Kita ga cocok untuk bersama
Bukan masalah perbedaan usia kita
Aku merasa kita lebih baik jadi abang adik
Aku sayang kamu
Sayang sebagai adik aku
Maafkan aku
Aku harus menyampaikan hal ini kepadamu
Aku tak mau kamu terlalu dalam merasakan sakit ini
Tenang saja, tidak akan ada yang berubah
Kamu tetap jadi adik aku
Aku sayang kamu sebagai adikku
Jangan menjauh
Kita tetap seperti biasa saja ya"
Ya, akhirnya terjawab semua pertanyaanku
Aku habis kata untuk berbicara
Diam seribu bahasa yang bisa kulakukan
Aku tak tahu bagaimana merespon penjelasanmu
Ada rasa sesak didada
Dorongan kuat dari dalam mataku untuk mengeluarkan buliran air
Aku berusaha sekuat tenagaku
Menahan untuk tak menangis didepanmu
Harapanku akan ada kabar baik darimu, sirna begitu saja
Aku terus tenggelam dalam sedihku
Kamu mengajakku untuk pulang
Mengantarkanku juga sampai rumahku
Seakan tidak terjadi apa apa
Trimakasih buat waktumu selama ini
Trimakasih buat perhatianmu kepadaku
Trimakasih buat kekhawatiranmu
Trimakasih buat canda tawa yang kamu berikan
Walaupun semuanya itu hanya kepalsuan
Ya, aku juga sadar aku memang tak pantas bagimu
Aku hanya pelampiasan kebosananmu saja
Aku salah
Aku salah telah membuka celah dihatiku
Hingga kekuatan karismatikmu itu membuatku terpikat
Aku akan mulai membiasakan diri tanpamu
Aku akan memulai kembali kehidupku yang awal
Dimana aku tak mengenalmu
Ajariku Cara Lupakanmu
Sebenarnya aku tak bisa sendiri
Rabu, 28 Desember 2016
Tuhan, mengapa aku harus kehilangan dia?
Kehadirannya membuatku sungguh bersukacita
Hari-hariku selalu diisi dengannya
Aku sungguh menikmati hari-hariku bersamanya
Kehadirannya sungguh berarti bagiku
Ia membuat hidupku jadi lebih indah
Aku mulai melewati waktu bersamanya
Ia mengisi kekosongan dan kehampaan
Obrolan tak penting menjadi penting saat mengobrol dengannya
Canda dan tawa yang dia berikan
Menambah kehangatan waktu bersamaku dengannya
Semakin hari aku semakin akrab dengannya
Dan sangat dekat sekali
Seperti tidak ada jarak
Aku selalu ada untuknya
Dia pun selalu ada untukku
Orang-orang memandang iri kepadaku
Ya, jelas saja mereka iri
Seorang aku yang hanya gadis biasa-tapi diriku tergolong lebih cantik dari gadis pada umumnya
Mahasiswi baru namun bisa dekat dengan cowok idaman atau bisa dibilang most wanted di kampus ini
Dia adalah senior di kampus ku
Aku dan dia hanya sebatas teman
Lebih tepatnya senior dan junior
Aku merasa terlindungi dengannya
Dia sangat menjaga dan menyayangiku
Dia seperti kakakku sendiri
Seiring berjalannya waktu
Aku mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku
Aku memiliki perasaan padanya
Perasaan yang seperti apa, aku pun tak bisa mendeskripsikannya
Mungkin ini yang orang banyak katakan, jatuh cinta
Namun kini mengapa aku tidak melihat lagi kehadirannya?
Dan kusadari dia telah menjauh dariku
Aku telah kehilangan dia dihari-hariku
Kehilangan sesuatu yang berharga dan berarti bagiku
Dan aku pun larut dalam kesedihan yang mendalam
Tuhan, mengapa ini terjadi?
Mengapa aku harus kehilangan dia?
Hari-hariku selalu diisi dengannya
Aku sungguh menikmati hari-hariku bersamanya
Kehadirannya sungguh berarti bagiku
Ia membuat hidupku jadi lebih indah
Aku mulai melewati waktu bersamanya
Ia mengisi kekosongan dan kehampaan
Obrolan tak penting menjadi penting saat mengobrol dengannya
Canda dan tawa yang dia berikan
Menambah kehangatan waktu bersamaku dengannya
Semakin hari aku semakin akrab dengannya
Dan sangat dekat sekali
Seperti tidak ada jarak
Aku selalu ada untuknya
Dia pun selalu ada untukku
Orang-orang memandang iri kepadaku
Ya, jelas saja mereka iri
Seorang aku yang hanya gadis biasa-tapi diriku tergolong lebih cantik dari gadis pada umumnya
Mahasiswi baru namun bisa dekat dengan cowok idaman atau bisa dibilang most wanted di kampus ini
Dia adalah senior di kampus ku
Aku dan dia hanya sebatas teman
Lebih tepatnya senior dan junior
Aku merasa terlindungi dengannya
Dia sangat menjaga dan menyayangiku
Dia seperti kakakku sendiri
Seiring berjalannya waktu
Aku mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku
Aku memiliki perasaan padanya
Perasaan yang seperti apa, aku pun tak bisa mendeskripsikannya
Mungkin ini yang orang banyak katakan, jatuh cinta
Namun kini mengapa aku tidak melihat lagi kehadirannya?
Dan kusadari dia telah menjauh dariku
Aku telah kehilangan dia dihari-hariku
Kehilangan sesuatu yang berharga dan berarti bagiku
Dan aku pun larut dalam kesedihan yang mendalam
Tuhan, mengapa ini terjadi?
Mengapa aku harus kehilangan dia?
Selasa, 13 Desember 2016
Hujan Punya Cerita Tentang Kita
Pagi ini aku berencana olahraga dan jogging ditaman komplek bersama sepupuku-Alvin
Dia janji akan menjemputku jam 8
Perutku terasa lapar
Aku memutuskan turun kedapur untuk membuat sarapan
Hari ini aku sendirian lagi dirumah
Orangtuaku terlalu sibuk bekerja
Bahkan hari libur seperti minggu ini saja mereka masih pergi dengan urusan pekerjaannya
Semua kakakku juga sibuk dengan urusannya masing-masing
Ya, jadilah aku seperti sekarang ini
Roti selai isi coklat dan susu coklat hangat adalah sarapan kesukaanku dari dulu, sama seperti Abel
Aku jadi teringat dia
Mungkin kalau Abel masih ada aku tidak akan merasa kesepian
Abel yang kuat
Abel yang tangguh
Abel yang ceria
Abel yang periang
Aku merindukanmu Bel
Kutinggalkan sarapanku di meja dapur
Aku berjalan menaiki anak tangga menuju kamarku
Aku mencari benda yang bisa mengobati rasa rinduku kepadanya
Aku dapat
Satu album foto dikotak coklat yang kusimpan didalam lemari sejak saat itu
Dan aku baru membuka lagi lembar demi lembar setiap foto yang ada dialbum ini
Aku bisa melepas rinduku hanya dengan melihat fotoku dan Abel
Walaupun tidak sepenuhnya rasa itu hilang
Dihalaman terakhir aku menemukan sebuah foto
Ya aku masih sangat ingat dengan wajah itu
Dua anak kecil yang sangat mirip wajahnya denganku
Sedang berdiri didepan kue ulangtahun berangka lima
Wajah mereka sangat ceria
Gaun pink yang dikenakan pas ditubuhnya dan terlihat lucu
Tawa riang, lagu, balon, kado menambah kebahagiaan mereka
Tak lupa kehadiran Papa, Mama, ka Davin, ka Dava, ka Giselle, Oma, Tante Om Alvin-orangtua Alvin, Alvin dan teman-teman mereka juga tentunya
Hari itu menjadi hari yang sangat spesial bagiku dan Abel
Kami adalah saudara kembar
Abel lahir lebih dulu dariku
Makanya dia jadi kakak aku
Tapi kebahagiaan itu cuma sebentar aku rasakan
Hanya numpang lewat saja seperti iklan di televisi
Tidak bisa aku rasakan sampai lama
Sore itu aku, Abel dan ka Dava pergi ke toko kue
Langit sudah gelap, tanda-tanda akan turun hujan
Tapi itu tidak menghentikan niat dan semangatku
Karna ka Dava berjanji akan membelikanku coklat
"Ka Dava aku mau coklat yang itu, ini, itu, ini, itu" tunjukku kearah coklat-coklat yang kuinginkan
"Iya Adel, kamu cerewet banget sih" jawab ka Dava
Abel hanya tertawa dan menggelengkan kepala heran karna sifatku yang sangat manja itu
Saat keluar dari toko, beberapa coklat yang berbentuk bulat seperti bola jatuh dari kantongnya
Coklat itu menggelinding ke jalan raya
Aku berlari untuk mengejarnya tapi Abel menahanku
Dia bilang coklat itu masih bisa dibeli lagi
Aku tidak menggubris perkataannya
Aku tetap berlari mengumpulkan coklat yang jatuh itu
Abel terus mengejarku
Hujan sudah mulai turun
Jalanan pun sudah basah oleh air hujan
Entah apa yang membuat Abel jatuh saat mengejarku
Mungkin karna jalan yang licin
Aku berbalik mendengar teriakan Abel
Aku berusaha lari menghampirinya
Begitu pun ka Dava
Sial, kecepatan lariku dan ka Dava kalah cepat
Mobil dari arah belakang Abel yang tak terkendalikan langsung menabrak tubuh Abel yang kecil mungil itu
Abel terpental jauh beberapa meter
Tubuhnya jatuh terhempas diaspal jalan
Mobil itupun berhenti karna orang sekitar yang melihat kejadian menghadangnya lewat
Aku tak peduli akan itu
Aku dan ka Dava segera berlari menghampiri Abel
Hujan turun sangat deras disertai petir yang besar
Tubuh Abel kaku, dingin, mukanya pucat
Aku tak bisa berkata apa-apa
Sedangkan ka Dava menangis sejadi-jadinya memeluk Abel dipangkuannya
Tak lama mobil ambulance datang
Aku ikut bersama ka Dava dan suster kedalam mobil yang seram itu, aku sangat takut sebenarnya dengan mobil ini
Yang aku tahu, mobil ini selalu membawa jenazah
Aku takut itu juga terjadi pada Abel
Pikiranku sudah melayang tak jelas
Aku hanya diam saja melihat Abel yang sedang diberi bantuan nafas oleh petugas medis yang ada didalam
Sesampai dirumah sakit Abel langsung dibawa keruang UGD
Aku dan ka Dava menunggu diluar
Kami tak diizinkan masuk
Karna ruangan itu memang harus steril dan tidak boleh siapapun masuk, kecuali dokter, perawat dan petugas medis lainnya
Ka Dava menghubungi Papa dan Mama
Mereka pun datang bersama ka Davin, ka Giselle, Oma, Tante dan Om Alvin, Alvin
Tak lama dokter keluar dari ruangan
Dengan wajah sendu dan keringat yang memenuhi seluruh wajahnya
Dokter itu berkata pelan dan hati-hati
Kami semua terdiam menunggu dokter itu berbicara
"Kami sudah berusaha semampu dan semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. Maaf, putri anda tidak terselamatkan. Keluarga yang kuat ya. Saya permisi, trimakasih."
Hanya itu kalimat dokter yang aku ingat dan selalu terngiang-ngiang di pikiranku sampai sekarang
Aku sangat menyesali kejadian itu
Mama yang down sekali selalu menyalahkanku
Begitupun Papa, ka Davin, ka Giselle, Tante dan Om Alvin
Hanya Oma, Alvin dan ka Dava yang ada dipihakku
Mereka tak pernah samasekali menyinggung masalah itu
Justru merekalah yang sampai saat ini terus mendukung aku untuk bangkit lagi
Ya, aku memang salah
Kalau saja aku nurut waktu Abel menahanku
Mungkin kejadian itu tidak akan pernah terjadi dan menimpa Abel
Akulah yang membuat Abel meninggal
Aku pembunuh saudara kembarku
Aku menyesal, sangat menyesal
Bel, maafin aku
Aku kangen kamu Bel
Kapan kita ketemu lagi Bel
Kita main bareng lagi
Tak terasa air mata terus mengalir dipipiku
Dan aku tersadar akan lamunanku
Aku mendengar seseorang memanggilku dari bawah
Itu Alvin sudah datang
Aku segera mengusap wajahku
Kututup kembali album foto itu
Kutaruh dikotak coklat lalu kusimpan dilemari
Aku menuruni anak tangga untuk menemui Alvin
Dia melihat mataku yang merah dan sembab
Aku berbohong
Aku bilang semalam habis menonton drama korea yang sedih hingga larut malam
Untungnya dia percaya
Aku dan Alvin pun pergi ke taman komplek
Bel, hujan punya cerita tentang kita
Cerita memilukan dan menyedihkan
Aku merindukanmu selalu Bel
Semoga kita ketemu lagi ya
Kamu datang dong ke mimpi aku
Dia janji akan menjemputku jam 8
Perutku terasa lapar
Aku memutuskan turun kedapur untuk membuat sarapan
Hari ini aku sendirian lagi dirumah
Orangtuaku terlalu sibuk bekerja
Bahkan hari libur seperti minggu ini saja mereka masih pergi dengan urusan pekerjaannya
Semua kakakku juga sibuk dengan urusannya masing-masing
Ya, jadilah aku seperti sekarang ini
Roti selai isi coklat dan susu coklat hangat adalah sarapan kesukaanku dari dulu, sama seperti Abel
Aku jadi teringat dia
Mungkin kalau Abel masih ada aku tidak akan merasa kesepian
Abel yang kuat
Abel yang tangguh
Abel yang ceria
Abel yang periang
Aku merindukanmu Bel
Kutinggalkan sarapanku di meja dapur
Aku berjalan menaiki anak tangga menuju kamarku
Aku mencari benda yang bisa mengobati rasa rinduku kepadanya
Aku dapat
Satu album foto dikotak coklat yang kusimpan didalam lemari sejak saat itu
Dan aku baru membuka lagi lembar demi lembar setiap foto yang ada dialbum ini
Aku bisa melepas rinduku hanya dengan melihat fotoku dan Abel
Walaupun tidak sepenuhnya rasa itu hilang
Dihalaman terakhir aku menemukan sebuah foto
Ya aku masih sangat ingat dengan wajah itu
Dua anak kecil yang sangat mirip wajahnya denganku
Sedang berdiri didepan kue ulangtahun berangka lima
Wajah mereka sangat ceria
Gaun pink yang dikenakan pas ditubuhnya dan terlihat lucu
Tawa riang, lagu, balon, kado menambah kebahagiaan mereka
Tak lupa kehadiran Papa, Mama, ka Davin, ka Dava, ka Giselle, Oma, Tante Om Alvin-orangtua Alvin, Alvin dan teman-teman mereka juga tentunya
Hari itu menjadi hari yang sangat spesial bagiku dan Abel
Kami adalah saudara kembar
Abel lahir lebih dulu dariku
Makanya dia jadi kakak aku
Tapi kebahagiaan itu cuma sebentar aku rasakan
Hanya numpang lewat saja seperti iklan di televisi
Tidak bisa aku rasakan sampai lama
Sore itu aku, Abel dan ka Dava pergi ke toko kue
Langit sudah gelap, tanda-tanda akan turun hujan
Tapi itu tidak menghentikan niat dan semangatku
Karna ka Dava berjanji akan membelikanku coklat
"Ka Dava aku mau coklat yang itu, ini, itu, ini, itu" tunjukku kearah coklat-coklat yang kuinginkan
"Iya Adel, kamu cerewet banget sih" jawab ka Dava
Abel hanya tertawa dan menggelengkan kepala heran karna sifatku yang sangat manja itu
Saat keluar dari toko, beberapa coklat yang berbentuk bulat seperti bola jatuh dari kantongnya
Coklat itu menggelinding ke jalan raya
Aku berlari untuk mengejarnya tapi Abel menahanku
Dia bilang coklat itu masih bisa dibeli lagi
Aku tidak menggubris perkataannya
Aku tetap berlari mengumpulkan coklat yang jatuh itu
Abel terus mengejarku
Hujan sudah mulai turun
Jalanan pun sudah basah oleh air hujan
Entah apa yang membuat Abel jatuh saat mengejarku
Mungkin karna jalan yang licin
Aku berbalik mendengar teriakan Abel
Aku berusaha lari menghampirinya
Begitu pun ka Dava
Sial, kecepatan lariku dan ka Dava kalah cepat
Mobil dari arah belakang Abel yang tak terkendalikan langsung menabrak tubuh Abel yang kecil mungil itu
Abel terpental jauh beberapa meter
Tubuhnya jatuh terhempas diaspal jalan
Mobil itupun berhenti karna orang sekitar yang melihat kejadian menghadangnya lewat
Aku tak peduli akan itu
Aku dan ka Dava segera berlari menghampiri Abel
Hujan turun sangat deras disertai petir yang besar
Tubuh Abel kaku, dingin, mukanya pucat
Aku tak bisa berkata apa-apa
Sedangkan ka Dava menangis sejadi-jadinya memeluk Abel dipangkuannya
Tak lama mobil ambulance datang
Aku ikut bersama ka Dava dan suster kedalam mobil yang seram itu, aku sangat takut sebenarnya dengan mobil ini
Yang aku tahu, mobil ini selalu membawa jenazah
Aku takut itu juga terjadi pada Abel
Pikiranku sudah melayang tak jelas
Aku hanya diam saja melihat Abel yang sedang diberi bantuan nafas oleh petugas medis yang ada didalam
Sesampai dirumah sakit Abel langsung dibawa keruang UGD
Aku dan ka Dava menunggu diluar
Kami tak diizinkan masuk
Karna ruangan itu memang harus steril dan tidak boleh siapapun masuk, kecuali dokter, perawat dan petugas medis lainnya
Ka Dava menghubungi Papa dan Mama
Mereka pun datang bersama ka Davin, ka Giselle, Oma, Tante dan Om Alvin, Alvin
Tak lama dokter keluar dari ruangan
Dengan wajah sendu dan keringat yang memenuhi seluruh wajahnya
Dokter itu berkata pelan dan hati-hati
Kami semua terdiam menunggu dokter itu berbicara
"Kami sudah berusaha semampu dan semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. Maaf, putri anda tidak terselamatkan. Keluarga yang kuat ya. Saya permisi, trimakasih."
Hanya itu kalimat dokter yang aku ingat dan selalu terngiang-ngiang di pikiranku sampai sekarang
Aku sangat menyesali kejadian itu
Mama yang down sekali selalu menyalahkanku
Begitupun Papa, ka Davin, ka Giselle, Tante dan Om Alvin
Hanya Oma, Alvin dan ka Dava yang ada dipihakku
Mereka tak pernah samasekali menyinggung masalah itu
Justru merekalah yang sampai saat ini terus mendukung aku untuk bangkit lagi
Ya, aku memang salah
Kalau saja aku nurut waktu Abel menahanku
Mungkin kejadian itu tidak akan pernah terjadi dan menimpa Abel
Akulah yang membuat Abel meninggal
Aku pembunuh saudara kembarku
Aku menyesal, sangat menyesal
Bel, maafin aku
Aku kangen kamu Bel
Kapan kita ketemu lagi Bel
Kita main bareng lagi
Tak terasa air mata terus mengalir dipipiku
Dan aku tersadar akan lamunanku
Aku mendengar seseorang memanggilku dari bawah
Itu Alvin sudah datang
Aku segera mengusap wajahku
Kututup kembali album foto itu
Kutaruh dikotak coklat lalu kusimpan dilemari
Aku menuruni anak tangga untuk menemui Alvin
Dia melihat mataku yang merah dan sembab
Aku berbohong
Aku bilang semalam habis menonton drama korea yang sedih hingga larut malam
Untungnya dia percaya
Aku dan Alvin pun pergi ke taman komplek
Bel, hujan punya cerita tentang kita
Cerita memilukan dan menyedihkan
Aku merindukanmu selalu Bel
Semoga kita ketemu lagi ya
Kamu datang dong ke mimpi aku
Langganan:
Komentar (Atom)