Apa kabar?
Sudah lama kita tak bertemu
Jangankan bertemu, saling sapa pun tidak
Aku menghargai kehidupanmu
Dan kamu? Entahlah masih peduli denganku atau tidak
Mungkin kamu akan bertanya
Kenapa aku menulis ini semua?
Jika kamu mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu? Tentu tidak
Jika kamu mengira, aku mendramatisir keadaan? Itupun tidak
Samasekali tidak
Aku menulis semua ini hanya karna rindu
Tak pernah kah kamu merasakannya juga?
Aku harap kamu sempat merindukanku walau hanya sebentar
Setidaknya kamu mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis
Setidaknya kamu mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah
Aku tidak peduli
Apakah aku cinta pertamamu atau bukan
Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak
Yang aku tahu, aku merasakannya
Cukup aku
Kamu juga bukan kekasih pertama atau keduaku
Tapi percayalah
Kamu membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya
Kamu orang pertama yang membuatku merasa berharga dan bahagia
Kamu membuat aku belajar
Untuk kamu yang sempat hadir
Maaf aku sempat membuatmu muak
Aku tahu aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu
Yang aku tahu, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi
Itu saja. Bodoh? Iya sangat bodoh
Kadang aku pun tertawa bila mengingatnya
Aku ingat kita memulai dengan cara yang salah, entah aku atau kamu
Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun
Karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar
Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian
Cukup aku saja yang tau maksud semuanya
Perjalanan terkadang membuatku terbang lalu jatuh
Terimakasih kamu telah menjadi perjalananku
Hidup kadang terasa manis seperti gulali
Namun juga pahit seperti kopi
Dan kamu telah menjadi keduanya disaat yang bersamaan
Sekali lagi terimakasih
Untuk pernah hadir lalu pergi
Untuk pernah memulai lalu mengakhiri
Untuk kamu, yang sempat hadir
Aku tadi bilang merindukanmu
Tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya
Aku sedang tersenyum, percayalah
Aku bahagia
Tak perlu aku yang merindukanmu lagi
Tugasku sudah cukup
Tugasku kini pergi dan menghilang
Untuk saling tak mengenal mungkin akan lebih baik?
Haha aku hanya bercanda
Aku hanya berharap, aku dan kamu baik-baik saja
Kita bahagia bersama, dijalan yang berbeda
Dan harapan terakhirku adalah
Suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman
Tak ada lagi kecanggungan
Untuk kamu yang sempat hadir
Aku merasa cukup
Aku pergi
Kamis, 02 Februari 2017
Rabu, 01 Februari 2017
Tuhan Tak Pernah Salah
Aku mau share sedikit petualanganku menempuh pendidikan, petualangan? Ya, aku sebut petualangan karna begitu banyak cerita dan kisah panjang yang aku lalui
Nanti kalian akan tau sendiri setelah baca semuanya sampai selesai
Selamat membaca
I hope it can be blessing for who are read my story
Jadi inspirasi serta penyemangat buat kalian yang belum dan akan mengalami hal yang sama
Dan juga untuk kalian-kalian yang sama seperti aku sudah melewati masanya akan teringat lagi bagaimana perjuangannya
Saat SMA aku tergolong siswa yang biasa aja
Namun hampir dua kali aku terancam ga naik kelas
Bukan bandel kok, nilai aku yang selalu nyaris kurang mencapai KKM
Puji Tuhan hal itu gapernah terjadi
Kelas 12 menjadi titik awal ceritaku
Saat itu juga aku baru sadar kalau masa SMA akan berakhir
Aku belum menyiapkan apapun
Teman-temanku sudah mulai sibuk
Bahkan dari kelas 11 mereka sudah mengikuti bimbingan belajar diluar sekolah
"lulus lanjut kuliah kan? pilih universitas mana? jurusan apa?" Itu adalah pertanyaan paling horor dan menyeramkan bagiku kalo ada yang bertanya
What? Apa itu kuliah?
Sampe detik itu aku masih belum tau makna dari 1 kata 6 huruf itu
Aku mulai searching di google arti kuliah
Guru-guru ku juga tak pernah melewatkan kata itu
Just intermezzo kok kawan hahaha
Aku hanya mendramatisir keadaan saja
Aku mulai memikirkan semuanya dan membicarakan sama mama
Keputusan pun disepakati
Pilihan universitas dan jurusan kuliah sudah ditentukan
Masalahnya sekarang adalah aku takut dan gamampu untuk menghadapinya
Isu punya isu katanya orang yang ikut bimbel dijamin akan lulus masuk ptn
Karna kalo ga lulus seleksi SNMPTN-undangan, mau gamau harus ikut ujian SBMPTN
Yang soalnya 10 kali lebih susah daripada soal UN
Bahkan gapernah diajarin disekolah, hanya bimbel yang mengetahui soalnya
Bimbel itu cuma bisnis dan permainan orang pinter aja si sebenernya
Tapi terbukti 2 kakak sepupuku yang les di bimbel ternama lolos seleksi ptn favorit di Medan
Aku pun mulai tertarik untuk ikut les
Bukan semata karna trend dan ikut-ikutan temen
Aku memang sangat membutuhkan bimbel
Selain membantuku dalam hal pelajaran disekolah
Bimbel yang aku ikuti pun dapat mengarahkanku untuk memilih jurusan dan universitas yang tepat
Jujur berat buat aku ngomong sama mama mengenai hal ini
Karna aku tau kondisi keluarga kami yang tak memungkinkan buat aku ikut les
Mama meyakinkan aku, menyuruh aku berdoa dan beriman
Puji Tuhan aku bisa les ditempat yang tak pernah kuduga
Bimbel ternama dan terfavorit yang kakak sepupu aku pernah les disana
Setiap harinya sepulang sekolah selama kelas 12 aku harus pergi les
Jadwalnya masih seminggu dua kali
Tapi aku ada les lain, bahasa inggris
Jadi selama 4 hari dalam seminggu aku mengikuti kursus
Lelah?iya
Banget?hooh banget
Pulang sekolah aja udah sore jam 3
Lanjut les sampai malam, selesai jam 8
Kadang aku masih suka TST(Tutorial Service Time)-nama lain konsultasi pelajaran di tempat lesku, untuk membahas soal yang baru dibahas dikelas
Sampai rumah sudah larut, kadang tak sempat makan atau pun mandi
Terlalu lelah cuma ganti seragam sekolah yang dipake seharian lebih trus langsung tidur
Begitu terus yang kulakukan sampai menjelang ujian
Menjelang pendaftaran SNMPTN aku semakin takut
Pas pengumuman ternyata aku gabisa ikut seleksi SNMPTN, aku gamasuk kuota 75% :(:(:(
Itu adalah peraturan baru dari pemerintah
Aku gatau siapa yang salah disini
Guruku salah menginput data atau websitenya yang error
Entahlah, aku gamau memikirkannya
Yang jelas hatiku sedih, kecewa
Karna jalur itu adalah harapan semua orang untuk bisa masuk ptn tanpa tes
Berkat dukungan dari guru-guru les akhirnya aku semangat lagi belajar buat UN yang tinggal berapa bulan
Aku mulai fokus juga belajar persiapan SBMPTN
UN selesai, pengumuman kelulusan selesai
Lulus, ya walaupun nilainya kurang memuaskan
Jadwal les diubah jadi setiap hari
Senin sampai sabtu
Sabtu pun malemnya tetep ada jadwal les
Kalo yang ini khusus siswa pilihan hanya 10 orang berdasarkan nilai to selalu dapet bagus
Yang dateng dari awal cuma aku bertiga sama temenku
Sisanya sampe menjelang ujian entah kemana
Ini yang buat aku ga konsen kadang, karna apa? AC nya dingin banget coyy
Iyalah seruangan isinya cuma 4 orang selama 2 jam pelajaran
Jadwal pendaftaran tinggal beberapa hari
Aku masih belum mendaftar
Masih ragu sama pilihan
Dan masih trauma sama kegagalan gabisa ikut seleksi SNMPTN
Aku daftar seminggu sebelum test
Ini adalah kesalahan dan kebodohan terbesar yang aku buat
Aku daftar sendiri tanpa konsultasi ulang ditempat les sama mama
Padahal itu wajib banget konsultasi biar ga salah pilih dan kemungkinan ga lolos nya bisa kecil
Menyesal memang
Kalo boleh diulang aku mau nurut apa kata guru les
Pasti aku sudah menyandang status mahasiswi di jurusan yang aku cita-citakan meskipun bukan kampus yang aku mau
Jadi bisa dibilang aku ga dapet doa restu dari mama dan juga guru-guru lesku
Karna aku nekad daftar sendiri
Tapi walaupun begitu, mama tetap mau menemaniku untuk survei lokasi ujian
Hari-H SBMPTN
Aku sampai di lokasi ujian jam 5 pagi
Mengingat jalanan Jakarta yang macet
Jadi menghindari ga telat dateng ujian aku rela bangun pagi dan berangkat pagi buta
Bersyukur sih aku dapet lokasi ujian masih di Jakarta
Beberapa temanku ada yang diluar Jakarta
Test pertama adalah soal saintek, sesuai jurusanku dan pilihan prodi univ di test SBMPTN
Masuk ruangan, cari meja nomor peserta ujian
Yak, saya duduk dikursi paling belakang tepat dibawah AC
Minta tukeran? Oh tidak mungkin bisa
Yaudalah pasrah aja selama 2 jam kedepan
Sungguh diluar ekspektasi dan dugaanku
Soalnya susah banget:(
Jauh dari soal-soal to ditempat les
Aku ngerjain soal yang paling mudah dulu dan yang emang paling aku suka, biologi
Dari 15 soal aku cuma bisa ngerjain 7
Itu pun gatau bener semua apa engga
Berikutnya soal kimia, matematika IPA, fisika
Kalo ditotal aku cuma ngerjain 20 soal dari semua mata ujian yang diujikan
Serius, asli demiapapun fakta soal SBMPTN 10 kali lebih sulit dari UN itu emang beneran nyata
Istirahat cuma 15 menit
Aku ketoilet dan ketemu temen lesku sebentar
Gatau kebetulan apa gimana
Aku dapat lokasi ujian yang sama dengan teman lesku
Jadi aku gaperlu takut sendirian dengan alasan gakenal siapapun
Bel berbunyi, kami kembali keruang ujian masing-masing
Test kedua adalah soal tkpa
Ini merupakan test paling favoritku dan teman-temanku
Selain semua soalnya bisa dibilang sangat mudah hanya butuh ketelitian saja, tkpa menjadi wadah memperoleh pundi-pundi mengumpulkan nilai dan passing grade setinggi mungkin
Aku cukup percaya diri mengerjakan semua soal tkpa
Selesai ujian aku dan teman-temanku yang lain ngumpul dirumah temanku
Kita sedikit sharing dan ngulang soal test kita
Karna dapet kode dan tipe soal yang berbeda-beda
Ga terlalu lama ngebahas soalnya
Kita tinggalin soalnya dan pergi keluar jalan-jalan sore
Menghilangkan penat dan stress
Otak sudah ngebul dan berasap kali keluar ruang ujian
Habis itu kita cari makan malam
Pokoknya kita ngabisin waktu untuk ngelupain semua hal tentang SBMPTN
Sebulan nunggu pengumuman
Akhirnya tiba waktu yang ditunggu
Jengjeng, yak tepat sekali sesuai feeling
Dan akibat kesalahan fatal yang kubuat
Aku ga lolos SBMPTN
Sedih, kecewa, marah, kesel, menyesal
Campur aduk deh yang dirasain
Intinya si aku menyesal gamau ikut saran guru les
Galau dan dilema
Antara coba ujian mandiri apa engga
Mau gamau setelah pengumuman aku harus belajar lagi persiapan ujian mandiri
Sebelumnya aku daftar ujian mandiri 2 ptn
Mungkin akibat 2 kali gagal seleksi ptn
Belajar untuk ujian mandiri aku males-malesan
Dan yak, ketiga bahkan keempat kalinya aku gagal untuk mendapatkan kursi ptn
Sempet minta sama mama untuk coba test mandiri lagi ptn yang masih buka
Tapi aku mengurungkan niat
Masih takut dan trauma
Aku pun akhirnya menyerah
Bener-bener hopeless
Seperti gada harapan
Aku membulatkan tekad untuk coba lagi di tahun depan
Yang aku bingung mama malah menolak
Aku disuruh mencoba daftar dan ikut test di pts seperti temanku
Pernah sih temenku ngajak tapi aku menolaknya
Karna mama selalu bilang "No PTN No Kuliah"
Kalimat keramat itulah yang buat aku mau coba sbm lagi
Dengan terpaksa aku chat temenku
Menanyakan perihal kabarnya
Dia bilang sudah test dan lolos
Aku tanya apa masih buka pendaftaran apa engga
Dia bilang hari ini jam 3 sore tutup pendaftaran
Dan besok pagi nya jam 9 adalah waktu test
Sedangkan aku chat dia sudah jam 6 sore
As u know, aku mengikuti test gelombang terakhir banget
Seninnya adalah ospek
Dalam hati aku seneng, aku emang gamau lanjutin kuliah dulu apalagi harus kuliah di kampus yang gapernah aku cita-citakan, apalagi terfikiran atau pun kubayangkan sebelumnya
Engga samasekali
Mama ngajak aku kerumah temanku
Satu hal yang mama bilang "Kalau Tuhan mengizinkan kamu kuliah sekalipun itu diswasta dan sudah tutup pendaftaran, percaya Tuhan pasti buka jalan gimana pun caranya"
Disini aku benar-benar bingung
Ga nyangka samasekali dengan fikiran mama yang berubah
Entahlah
Jadi mama yang lebih beriman untuk aku kuliah
Aku antara percaya dan tidak percaya
Pasrah aja sama semuanya
Bisa daftar dan test syukur
Keterima pun yaudalaya mau gimana lagi
Singkat cerita aku bisa ikut test
Lewat teman gereja nya temanku
Dan beliau adalah dosen difakultas yang aku jalani sekarang
Setelah masuk aku baru mengetahui kalo dia bukan cuma dosen tapi sekaligus dekan fakultasku
Kalian tau, aku samasekali gapernah kepikiran untuk milih dan ada di jurusanku
Dia mengubah sudut pandang dan pikiranku dalam waktu yang sangat singkat sekali untuk menetapkan pilihan
Dan jadilah aku sekarang mahasiswi Fakultas Sastra-Satra Inggris, Universitas Kristen Indonesia
Aku mulai menyadari semua hal yang terjadi
Tuhan gapernah salah menempatkan aku
Jurusanku seirama dengan hobi dan salah satu cita-citaku, yaitu menulis dan menjadi seorang penulis
Awalnya sulit buatku terima
Kampus dan jurusan yang bukan pilihanku
Tapi aku harus menjalaninya
Aku percaya dan terus meyakini
He created me
He know me so deep than I know myself
He know what the best for my education
He know what will happen in the future of my life
I know my life is in His hand
Dia ga membiarkan aku kecewa berlarut
Apa yang tak pernah aku lihat, aku dengar, timbul dalam hatiku, aku fikirkan
Tuhan menyediakan kampus, jurusan, biaya dan semua hal yang kuperlukan
Dengan cara dan waktuNya yang ajaib
Sampe detik ini pun, kalo aku flashback lagi kebelakang, aku masih terkagum sama perbuatan yang Tuhan kerjakan dalam hidupku
Kalian harus tau, ketika kalian merasa semuanya sudah terlambat
Yang paling harus kalian imanin adalah pertolongan dari Tuhan
Nanti kalian akan tau sendiri setelah baca semuanya sampai selesai
Selamat membaca
I hope it can be blessing for who are read my story
Jadi inspirasi serta penyemangat buat kalian yang belum dan akan mengalami hal yang sama
Dan juga untuk kalian-kalian yang sama seperti aku sudah melewati masanya akan teringat lagi bagaimana perjuangannya
Saat SMA aku tergolong siswa yang biasa aja
Namun hampir dua kali aku terancam ga naik kelas
Bukan bandel kok, nilai aku yang selalu nyaris kurang mencapai KKM
Puji Tuhan hal itu gapernah terjadi
Kelas 12 menjadi titik awal ceritaku
Saat itu juga aku baru sadar kalau masa SMA akan berakhir
Aku belum menyiapkan apapun
Teman-temanku sudah mulai sibuk
Bahkan dari kelas 11 mereka sudah mengikuti bimbingan belajar diluar sekolah
"lulus lanjut kuliah kan? pilih universitas mana? jurusan apa?" Itu adalah pertanyaan paling horor dan menyeramkan bagiku kalo ada yang bertanya
What? Apa itu kuliah?
Sampe detik itu aku masih belum tau makna dari 1 kata 6 huruf itu
Aku mulai searching di google arti kuliah
Guru-guru ku juga tak pernah melewatkan kata itu
Just intermezzo kok kawan hahaha
Aku hanya mendramatisir keadaan saja
Aku mulai memikirkan semuanya dan membicarakan sama mama
Keputusan pun disepakati
Pilihan universitas dan jurusan kuliah sudah ditentukan
Masalahnya sekarang adalah aku takut dan gamampu untuk menghadapinya
Isu punya isu katanya orang yang ikut bimbel dijamin akan lulus masuk ptn
Karna kalo ga lulus seleksi SNMPTN-undangan, mau gamau harus ikut ujian SBMPTN
Yang soalnya 10 kali lebih susah daripada soal UN
Bahkan gapernah diajarin disekolah, hanya bimbel yang mengetahui soalnya
Bimbel itu cuma bisnis dan permainan orang pinter aja si sebenernya
Tapi terbukti 2 kakak sepupuku yang les di bimbel ternama lolos seleksi ptn favorit di Medan
Aku pun mulai tertarik untuk ikut les
Bukan semata karna trend dan ikut-ikutan temen
Aku memang sangat membutuhkan bimbel
Selain membantuku dalam hal pelajaran disekolah
Bimbel yang aku ikuti pun dapat mengarahkanku untuk memilih jurusan dan universitas yang tepat
Jujur berat buat aku ngomong sama mama mengenai hal ini
Karna aku tau kondisi keluarga kami yang tak memungkinkan buat aku ikut les
Mama meyakinkan aku, menyuruh aku berdoa dan beriman
Puji Tuhan aku bisa les ditempat yang tak pernah kuduga
Bimbel ternama dan terfavorit yang kakak sepupu aku pernah les disana
Setiap harinya sepulang sekolah selama kelas 12 aku harus pergi les
Jadwalnya masih seminggu dua kali
Tapi aku ada les lain, bahasa inggris
Jadi selama 4 hari dalam seminggu aku mengikuti kursus
Lelah?iya
Banget?hooh banget
Pulang sekolah aja udah sore jam 3
Lanjut les sampai malam, selesai jam 8
Kadang aku masih suka TST(Tutorial Service Time)-nama lain konsultasi pelajaran di tempat lesku, untuk membahas soal yang baru dibahas dikelas
Sampai rumah sudah larut, kadang tak sempat makan atau pun mandi
Terlalu lelah cuma ganti seragam sekolah yang dipake seharian lebih trus langsung tidur
Begitu terus yang kulakukan sampai menjelang ujian
Menjelang pendaftaran SNMPTN aku semakin takut
Pas pengumuman ternyata aku gabisa ikut seleksi SNMPTN, aku gamasuk kuota 75% :(:(:(
Itu adalah peraturan baru dari pemerintah
Aku gatau siapa yang salah disini
Guruku salah menginput data atau websitenya yang error
Entahlah, aku gamau memikirkannya
Yang jelas hatiku sedih, kecewa
Karna jalur itu adalah harapan semua orang untuk bisa masuk ptn tanpa tes
Berkat dukungan dari guru-guru les akhirnya aku semangat lagi belajar buat UN yang tinggal berapa bulan
Aku mulai fokus juga belajar persiapan SBMPTN
UN selesai, pengumuman kelulusan selesai
Lulus, ya walaupun nilainya kurang memuaskan
Jadwal les diubah jadi setiap hari
Senin sampai sabtu
Sabtu pun malemnya tetep ada jadwal les
Kalo yang ini khusus siswa pilihan hanya 10 orang berdasarkan nilai to selalu dapet bagus
Yang dateng dari awal cuma aku bertiga sama temenku
Sisanya sampe menjelang ujian entah kemana
Ini yang buat aku ga konsen kadang, karna apa? AC nya dingin banget coyy
Iyalah seruangan isinya cuma 4 orang selama 2 jam pelajaran
Jadwal pendaftaran tinggal beberapa hari
Aku masih belum mendaftar
Masih ragu sama pilihan
Dan masih trauma sama kegagalan gabisa ikut seleksi SNMPTN
Aku daftar seminggu sebelum test
Ini adalah kesalahan dan kebodohan terbesar yang aku buat
Aku daftar sendiri tanpa konsultasi ulang ditempat les sama mama
Padahal itu wajib banget konsultasi biar ga salah pilih dan kemungkinan ga lolos nya bisa kecil
Menyesal memang
Kalo boleh diulang aku mau nurut apa kata guru les
Pasti aku sudah menyandang status mahasiswi di jurusan yang aku cita-citakan meskipun bukan kampus yang aku mau
Jadi bisa dibilang aku ga dapet doa restu dari mama dan juga guru-guru lesku
Karna aku nekad daftar sendiri
Tapi walaupun begitu, mama tetap mau menemaniku untuk survei lokasi ujian
Hari-H SBMPTN
Aku sampai di lokasi ujian jam 5 pagi
Mengingat jalanan Jakarta yang macet
Jadi menghindari ga telat dateng ujian aku rela bangun pagi dan berangkat pagi buta
Bersyukur sih aku dapet lokasi ujian masih di Jakarta
Beberapa temanku ada yang diluar Jakarta
Test pertama adalah soal saintek, sesuai jurusanku dan pilihan prodi univ di test SBMPTN
Masuk ruangan, cari meja nomor peserta ujian
Yak, saya duduk dikursi paling belakang tepat dibawah AC
Minta tukeran? Oh tidak mungkin bisa
Yaudalah pasrah aja selama 2 jam kedepan
Sungguh diluar ekspektasi dan dugaanku
Soalnya susah banget:(
Jauh dari soal-soal to ditempat les
Aku ngerjain soal yang paling mudah dulu dan yang emang paling aku suka, biologi
Dari 15 soal aku cuma bisa ngerjain 7
Itu pun gatau bener semua apa engga
Berikutnya soal kimia, matematika IPA, fisika
Kalo ditotal aku cuma ngerjain 20 soal dari semua mata ujian yang diujikan
Serius, asli demiapapun fakta soal SBMPTN 10 kali lebih sulit dari UN itu emang beneran nyata
Istirahat cuma 15 menit
Aku ketoilet dan ketemu temen lesku sebentar
Gatau kebetulan apa gimana
Aku dapat lokasi ujian yang sama dengan teman lesku
Jadi aku gaperlu takut sendirian dengan alasan gakenal siapapun
Bel berbunyi, kami kembali keruang ujian masing-masing
Test kedua adalah soal tkpa
Ini merupakan test paling favoritku dan teman-temanku
Selain semua soalnya bisa dibilang sangat mudah hanya butuh ketelitian saja, tkpa menjadi wadah memperoleh pundi-pundi mengumpulkan nilai dan passing grade setinggi mungkin
Aku cukup percaya diri mengerjakan semua soal tkpa
Selesai ujian aku dan teman-temanku yang lain ngumpul dirumah temanku
Kita sedikit sharing dan ngulang soal test kita
Karna dapet kode dan tipe soal yang berbeda-beda
Ga terlalu lama ngebahas soalnya
Kita tinggalin soalnya dan pergi keluar jalan-jalan sore
Menghilangkan penat dan stress
Otak sudah ngebul dan berasap kali keluar ruang ujian
Habis itu kita cari makan malam
Pokoknya kita ngabisin waktu untuk ngelupain semua hal tentang SBMPTN
Sebulan nunggu pengumuman
Akhirnya tiba waktu yang ditunggu
Jengjeng, yak tepat sekali sesuai feeling
Dan akibat kesalahan fatal yang kubuat
Aku ga lolos SBMPTN
Sedih, kecewa, marah, kesel, menyesal
Campur aduk deh yang dirasain
Intinya si aku menyesal gamau ikut saran guru les
Galau dan dilema
Antara coba ujian mandiri apa engga
Mau gamau setelah pengumuman aku harus belajar lagi persiapan ujian mandiri
Sebelumnya aku daftar ujian mandiri 2 ptn
Mungkin akibat 2 kali gagal seleksi ptn
Belajar untuk ujian mandiri aku males-malesan
Dan yak, ketiga bahkan keempat kalinya aku gagal untuk mendapatkan kursi ptn
Sempet minta sama mama untuk coba test mandiri lagi ptn yang masih buka
Tapi aku mengurungkan niat
Masih takut dan trauma
Aku pun akhirnya menyerah
Bener-bener hopeless
Seperti gada harapan
Aku membulatkan tekad untuk coba lagi di tahun depan
Yang aku bingung mama malah menolak
Aku disuruh mencoba daftar dan ikut test di pts seperti temanku
Pernah sih temenku ngajak tapi aku menolaknya
Karna mama selalu bilang "No PTN No Kuliah"
Kalimat keramat itulah yang buat aku mau coba sbm lagi
Dengan terpaksa aku chat temenku
Menanyakan perihal kabarnya
Dia bilang sudah test dan lolos
Aku tanya apa masih buka pendaftaran apa engga
Dia bilang hari ini jam 3 sore tutup pendaftaran
Dan besok pagi nya jam 9 adalah waktu test
Sedangkan aku chat dia sudah jam 6 sore
As u know, aku mengikuti test gelombang terakhir banget
Seninnya adalah ospek
Dalam hati aku seneng, aku emang gamau lanjutin kuliah dulu apalagi harus kuliah di kampus yang gapernah aku cita-citakan, apalagi terfikiran atau pun kubayangkan sebelumnya
Engga samasekali
Mama ngajak aku kerumah temanku
Satu hal yang mama bilang "Kalau Tuhan mengizinkan kamu kuliah sekalipun itu diswasta dan sudah tutup pendaftaran, percaya Tuhan pasti buka jalan gimana pun caranya"
Disini aku benar-benar bingung
Ga nyangka samasekali dengan fikiran mama yang berubah
Entahlah
Jadi mama yang lebih beriman untuk aku kuliah
Aku antara percaya dan tidak percaya
Pasrah aja sama semuanya
Bisa daftar dan test syukur
Keterima pun yaudalaya mau gimana lagi
Singkat cerita aku bisa ikut test
Lewat teman gereja nya temanku
Dan beliau adalah dosen difakultas yang aku jalani sekarang
Setelah masuk aku baru mengetahui kalo dia bukan cuma dosen tapi sekaligus dekan fakultasku
Kalian tau, aku samasekali gapernah kepikiran untuk milih dan ada di jurusanku
Dia mengubah sudut pandang dan pikiranku dalam waktu yang sangat singkat sekali untuk menetapkan pilihan
Dan jadilah aku sekarang mahasiswi Fakultas Sastra-Satra Inggris, Universitas Kristen Indonesia
Aku mulai menyadari semua hal yang terjadi
Tuhan gapernah salah menempatkan aku
Jurusanku seirama dengan hobi dan salah satu cita-citaku, yaitu menulis dan menjadi seorang penulis
Awalnya sulit buatku terima
Kampus dan jurusan yang bukan pilihanku
Tapi aku harus menjalaninya
Aku percaya dan terus meyakini
He created me
He know me so deep than I know myself
He know what the best for my education
He know what will happen in the future of my life
I know my life is in His hand
Dia ga membiarkan aku kecewa berlarut
Apa yang tak pernah aku lihat, aku dengar, timbul dalam hatiku, aku fikirkan
Tuhan menyediakan kampus, jurusan, biaya dan semua hal yang kuperlukan
Dengan cara dan waktuNya yang ajaib
Sampe detik ini pun, kalo aku flashback lagi kebelakang, aku masih terkagum sama perbuatan yang Tuhan kerjakan dalam hidupku
Kalian harus tau, ketika kalian merasa semuanya sudah terlambat
Yang paling harus kalian imanin adalah pertolongan dari Tuhan
Langganan:
Komentar (Atom)