Sering kali ku menyesalkan pertemuan kita
Karena kepahitan yang ku alami
Setelah pertemuan itu
Aku pernah sangat mengerti tentang dirimu
Aku pernah sangat tahu
Sebelum kamu menjadi seseorang yang asing bagiku
Entah mengapa perhatianmu tak lagi seperti dulu
Sikapmu tak lagi menghangatkanku
Tatapanmu tak lagi teduh
Seperti terbagi
Apakah ada kesalahan antara aku dan kamu?
Mungkin kamu tak pernah paham apa yang kurasakan
Karena kamu tak pernah ingin sibuk memikirkanku
Salahkah aku jika menangis karenamu?
Aku kehilangan sosokmu
Kamu pergi mempermainkan perasaan
Entah apa tujuanmu datang ke hidupku
Kalau niatmu hanya untuk singgah
Seharusnya kamu tidak membiarkan diriku patah
Kenapa tidak buru-buru pergi?
Saat hatiku biasa saja waktu itu
Saat semua mulai mendalam
Dan diriku tenggelam
Kamu menghantamkan kenyataan pahit
Aku ingat
Kita memulai dengan cara yang salah
Entah aku atau kamu
Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun
Karena untuk masalah perasaan, semua orang akan merasa benar
Sabtu, 28 Januari 2017
Jumat, 27 Januari 2017
Rindu Pilu
Sudah hampir satu bulan sejak perpisahan kita
Kenangan bersamamu masih terus melekat
Tak mau beranjak pergi
Seperti rasa sakit ini
Lukanya belum sembuh dan hilang
Setiap kali melihatmu
Ada ribuan rindu yang kusimpan
Sekaligus rasa sesak menekan dada
Ingin kumenyapa
Tapi bibir ini tak mampu berucap
Ada tembok pemisah
Yang sengaja kamu biarkan aku membangunnya
Begitu beratnya bagiku
Harus melakukan semua ini
Walau hatiku tak ingin
Kenangan sering kali membuat rindu yang tidak seharusnya kuulang, pulang, mengiris tajam didadaku
Kenangan bersamamu masih terus melekat
Tak mau beranjak pergi
Seperti rasa sakit ini
Lukanya belum sembuh dan hilang
Setiap kali melihatmu
Ada ribuan rindu yang kusimpan
Sekaligus rasa sesak menekan dada
Ingin kumenyapa
Tapi bibir ini tak mampu berucap
Ada tembok pemisah
Yang sengaja kamu biarkan aku membangunnya
Begitu beratnya bagiku
Harus melakukan semua ini
Walau hatiku tak ingin
Kenangan sering kali membuat rindu yang tidak seharusnya kuulang, pulang, mengiris tajam didadaku
Minggu, 08 Januari 2017
Aku Harus Berhenti
Bukan tak mau mengejar
Bukan tak mau mencari seperti kemarin lagi
Aku hanya ingin terbiasa
Sampai akhirnya jadi biasa saja
Perasaan ini juga tak berubah, masih sama
Sekarang
Aku sedang belajar memaksakan
Hati dan otak agar seirama
Untuk berhenti mengejar
Aku sudah lelah
Karena kenyataannya
Kamu terlalu asik berlari
Aku terus mengejar
Sampai kamu tak sadar
Kalau aku sudah berhenti
Kamu tak tau apa yang terjadi sama aku
Selama mengejar kamu
Aku pernah terjatuh, terpleset, tersandung bahkan hampir tertabrak
Kamu tidak sadar
Menoleh sedikit pun tidak
Kamu terus berlari
Dengan bangga dan tertawa
Ada orang bodoh yang sedang mengejar
Kadang kamu memperlambat sampai aku 'hampir bisa' menggapai
Tapi kadang kamu semakin jauh sampai aku kelelahan
Kakiku tak kuat untuk melangkah lagi
Akhirnya aku terjatuh, meringis kesakitan
Kamu tersadar lalu menoleh
Saat itu kamu ingin berbalik untuk menolongku
Tapi terlambat
Seseorang yang tulus datang menghampiriku
Ia berhenti tepat didepanku
Menenangkan diriku dengan tatapannya yang teduh
Tubuhku dibawa kedalam mobilnya
Ia membawaku pulang mengobati semua lukaku
Dan saat itu kamu sadar
Menyesal dengan diri sendiri
Merasa bodoh akan hal yang kamu buat sendiri
Mempermainkan dan menyia-nyiakan perasaan seseorang
Yang sangat tulus menyayangi dan mencintaimu
Menyesal?
Ingin memutar waktu lagi?
Ingin memperbaiki kesalahan?
Maaf, kamu bodoh
Sangat bodoh sekali
Kamu harus tahu
Setiap orang ada keterbatasannya
Entah itu batas kesabaran, menunggu bahkan berlari
Dan saat dia sudah lelah akan semua itu
Berhenti dan membiarkan pergi itu jauh lebih baik
Bukan tak mau mencari seperti kemarin lagi
Aku hanya ingin terbiasa
Sampai akhirnya jadi biasa saja
Perasaan ini juga tak berubah, masih sama
Sekarang
Aku sedang belajar memaksakan
Hati dan otak agar seirama
Untuk berhenti mengejar
Aku sudah lelah
Karena kenyataannya
Kamu terlalu asik berlari
Aku terus mengejar
Sampai kamu tak sadar
Kalau aku sudah berhenti
Kamu tak tau apa yang terjadi sama aku
Selama mengejar kamu
Aku pernah terjatuh, terpleset, tersandung bahkan hampir tertabrak
Kamu tidak sadar
Menoleh sedikit pun tidak
Kamu terus berlari
Dengan bangga dan tertawa
Ada orang bodoh yang sedang mengejar
Kadang kamu memperlambat sampai aku 'hampir bisa' menggapai
Tapi kadang kamu semakin jauh sampai aku kelelahan
Kakiku tak kuat untuk melangkah lagi
Akhirnya aku terjatuh, meringis kesakitan
Kamu tersadar lalu menoleh
Saat itu kamu ingin berbalik untuk menolongku
Tapi terlambat
Seseorang yang tulus datang menghampiriku
Ia berhenti tepat didepanku
Menenangkan diriku dengan tatapannya yang teduh
Tubuhku dibawa kedalam mobilnya
Ia membawaku pulang mengobati semua lukaku
Dan saat itu kamu sadar
Menyesal dengan diri sendiri
Merasa bodoh akan hal yang kamu buat sendiri
Mempermainkan dan menyia-nyiakan perasaan seseorang
Yang sangat tulus menyayangi dan mencintaimu
Menyesal?
Ingin memutar waktu lagi?
Ingin memperbaiki kesalahan?
Maaf, kamu bodoh
Sangat bodoh sekali
Kamu harus tahu
Setiap orang ada keterbatasannya
Entah itu batas kesabaran, menunggu bahkan berlari
Dan saat dia sudah lelah akan semua itu
Berhenti dan membiarkan pergi itu jauh lebih baik
Sabtu, 07 Januari 2017
Tak Pernah Kuduga - 1
Tak ada yang tahu dalam hidup ini
Hidup selalu memberikan kejutan yang tak dikira
Hal-hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya
Tiba-tiba saja
Tanpa rencana sesuatu yang kita buat
Kamu
Yang awalnya tak kusuka
Yang tidak menyenangkan
Intinya, aku dan kamu sama sekali tidak ada apa-apa
Tidak ada hubungan
Bahkan tidak berteman akrab
Kita hanya dua orang yang saling mengenal sekadarnya
Bertegur sapa sekenanya
Tidak ada yang lebih
Bahkan kita samasekali tidak saling mempedulikan
Kamu sibuk dengan urusanmu
Aku pun juga sibuk dengan urusanku
Meski kita sering bertemu tanpa sengaja
Karena kita satu kampus, kebetulan sefakultas dan prodi yang sama
Aku menikmati hari-hariku yang menyenangkan
Berteman dan bertemu dengan banyak orang, tentunya
Aku adalah mahasiswi baru
Aku harus mengenal dan mempelajari banyak hal baru
Tentang dunia kampus dan kuliah
Tak pernah terbayang bisa bicara denganmu
Bahkan bisa sedekat itu denganmu sekarang
Tak pernah kupikirkan
Ataupun kuingini sebelumnya
Samasekali tidak
Selasa, 03 Januari 2017
Tuhan salahkah aku?
Tuhan, tak salah kan jika aku harus menangisi ketakutan ini?
Aku takut mencintainya terlalu dalam
Hingga aku benar-benar tak bisa belajar
Bagaimana caranya melepaskan dia
Atas lukaku, atas dukaku, atas air mataku, atas kecewaku
Atas apapun yang mengatasnamakan aku
Kamu tidak bersalah
Bagaimana pun itu
Biarlah semua ini yang bertanggung jawab adalah aku
Bahagia
Tugasmu hanya itu
Kamu tidak perlu mencemaskan aku
Selama kamu baik-baik saja
Keadaanku pun sama
Biarlah lukaku disembuhkan oleh waktu
Begitu juga dengan rindu
Karena aku sadar
Ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksakan
Oleh kehendakku
Terlebih atasmu
Tidak bisa
Andai kamu tahu. Aku mencintaimu
Bahkan lebih hebat dari bayanganmu sendiri
Aku menyayangi dengan setulus-tulusnya hati
Namun sayangnya kamu menutup diri
Kamu lebih memilih lari pergi dari sini
Saat ini
Hal terbaik yang bisa aku beri
Adalah mendoakanmu
Karena hanya dengan ini
Aku bisa menyentuhmu
Dan saat ini aku mengerti
Alasan Tuhan menciptakan air mata
Karena selain waktu
Air matalah
Yang akan menyembuhkan luka-luka
Ingatlah
Dihatiku
Sebenarnya ada kamu
Di denyut nadiku
Sebenarnya kamu hidup
Walaupun mungkin sekarang
Cinta yang kujalani ini mengundang air mata dipipiku
Namun aku perlu percaya
Karena cinta itu
Akan membuatku bahagia suatu saat nanti
Karena Tuhan tidak mungkin membiarkanku
Dalam keterpurukan hidup
Yang memang harus pergi
Pasti menemukan jalannya sendiri
Yang seharusnya kembali
Pasti akan menemukan jalannya kesini
Tak akan ada yang bisa tersesat, dalam hati
Karena sampai saat ini
Aku percaya
Tidak ada yang diciptakan Tuhan
Dengan sia-sia
Termasuk air mata
Aku takut mencintainya terlalu dalam
Hingga aku benar-benar tak bisa belajar
Bagaimana caranya melepaskan dia
Atas lukaku, atas dukaku, atas air mataku, atas kecewaku
Atas apapun yang mengatasnamakan aku
Kamu tidak bersalah
Bagaimana pun itu
Biarlah semua ini yang bertanggung jawab adalah aku
Bahagia
Tugasmu hanya itu
Kamu tidak perlu mencemaskan aku
Selama kamu baik-baik saja
Keadaanku pun sama
Biarlah lukaku disembuhkan oleh waktu
Begitu juga dengan rindu
Karena aku sadar
Ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksakan
Oleh kehendakku
Terlebih atasmu
Tidak bisa
Andai kamu tahu. Aku mencintaimu
Bahkan lebih hebat dari bayanganmu sendiri
Aku menyayangi dengan setulus-tulusnya hati
Namun sayangnya kamu menutup diri
Kamu lebih memilih lari pergi dari sini
Saat ini
Hal terbaik yang bisa aku beri
Adalah mendoakanmu
Karena hanya dengan ini
Aku bisa menyentuhmu
Dan saat ini aku mengerti
Alasan Tuhan menciptakan air mata
Karena selain waktu
Air matalah
Yang akan menyembuhkan luka-luka
Ingatlah
Dihatiku
Sebenarnya ada kamu
Di denyut nadiku
Sebenarnya kamu hidup
Walaupun mungkin sekarang
Cinta yang kujalani ini mengundang air mata dipipiku
Namun aku perlu percaya
Karena cinta itu
Akan membuatku bahagia suatu saat nanti
Karena Tuhan tidak mungkin membiarkanku
Dalam keterpurukan hidup
Yang memang harus pergi
Pasti menemukan jalannya sendiri
Yang seharusnya kembali
Pasti akan menemukan jalannya kesini
Tak akan ada yang bisa tersesat, dalam hati
Karena sampai saat ini
Aku percaya
Tidak ada yang diciptakan Tuhan
Dengan sia-sia
Termasuk air mata
Langganan:
Komentar (Atom)