Selasa, 03 Januari 2017

Tuhan salahkah aku?

Tuhan, tak salah kan jika aku harus menangisi ketakutan ini?

Aku takut mencintainya terlalu dalam
Hingga aku benar-benar tak bisa belajar
Bagaimana caranya melepaskan dia
Atas lukaku, atas dukaku, atas air mataku, atas kecewaku
Atas apapun yang mengatasnamakan aku

Kamu tidak bersalah
Bagaimana pun itu
Biarlah semua ini yang bertanggung jawab adalah aku
Bahagia
Tugasmu hanya itu

Kamu tidak perlu mencemaskan aku
Selama kamu baik-baik saja
Keadaanku pun sama
Biarlah lukaku disembuhkan oleh waktu
Begitu juga dengan rindu

Karena aku sadar
Ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksakan
Oleh kehendakku
Terlebih atasmu
Tidak bisa

Andai kamu tahu. Aku mencintaimu
Bahkan lebih hebat dari bayanganmu sendiri
Aku menyayangi dengan setulus-tulusnya hati
Namun sayangnya kamu menutup diri
Kamu lebih memilih lari pergi dari sini

Saat ini
Hal terbaik yang bisa aku beri
Adalah mendoakanmu
Karena hanya dengan ini
Aku bisa menyentuhmu

Dan saat ini aku mengerti
Alasan Tuhan menciptakan air mata
Karena selain waktu
Air matalah
Yang akan menyembuhkan luka-luka

Ingatlah
Dihatiku
Sebenarnya ada kamu
Di denyut nadiku
Sebenarnya kamu hidup

Walaupun mungkin sekarang
Cinta yang kujalani ini mengundang air mata dipipiku
Namun aku perlu percaya
Karena cinta itu
Akan membuatku bahagia suatu saat nanti

Karena Tuhan tidak mungkin membiarkanku
Dalam keterpurukan hidup

Yang memang harus pergi
Pasti menemukan jalannya sendiri
Yang seharusnya kembali
Pasti akan menemukan jalannya kesini
Tak akan ada yang bisa tersesat, dalam hati

Karena sampai saat ini
Aku percaya
Tidak ada yang diciptakan Tuhan
Dengan sia-sia
Termasuk air mata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar